Banyak orang mengira deretan lagu berikut ini murni berkisah tentang percintaan. Padahal, jika dicermati lebih dalam, maknanya justru religius. Bahkan di tengah tren konten musik ala sancays yang sering menonjolkan nuansa romantis, beberapa lagu ini tetap terasa seperti ungkapan cinta antarmanusia. Namun sebenarnya, para penciptanya menghadirkan pesan spiritual yang kuat di balik lirik yang puitis.
1. “Tak Ada yang Abadi” – Peterpan
Banyak pendengar mengenal lagu ini sebagai salah satu karya populer dari Peterpan sebelum mereka berganti nama menjadi NOAH. Sejak awal, lagu ini langsung memikat lewat liriknya yang terdengar romantis dan menyentuh.
Namun, jika kamu menyimak setiap baitnya dengan saksama, lagu ini tidak sekadar berbicara tentang hubungan dua insan. Sebaliknya, lagu ini menegaskan bahwa tidak ada yang kekal di dunia. Band yang digawangi Ariel dan rekan-rekannya menyampaikan refleksi tentang kehidupan manusia yang fana.
Melalui liriknya, mereka mengajak pendengar untuk menyadari bahwa segala sesuatu di dunia hanya sementara. Dengan demikian, pesan religius tentang kefanaan hidup dan ketergantungan manusia kepada Sang Pencipta terasa begitu kuat. Lagu ini pun menjadi pengingat agar kita tidak terlalu melekat pada hal-hal duniawi.
2. “Sebelum Cahaya” – Letto
Selanjutnya, lagu “Sebelum Cahaya” yang dipopulerkan Letto juga sering disalahartikan sebagai lagu cinta biasa. Sang vokalis, Noe Letto, menulis lagu ini dengan lirik yang indah dan penuh metafora.
Sekilas, lagu ini terdengar seperti ungkapan rindu seorang pria kepada wanita. Akan tetapi, makna yang sebenarnya jauh lebih dalam. Lagu ini menggambarkan seorang hamba yang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan, khususnya melalui doa di sepertiga malam.
Karena itulah, suasana hening dan penuh perenungan terasa begitu kental. Letto secara aktif merangkai kata-kata yang lembut sehingga pendengar dapat menafsirkan lagu ini secara personal. Meski begitu, inti pesannya tetap mengarah pada perjalanan spiritual dan kerinduan kepada Ilahi.
3. “Dealova” – Once Mekel
Terakhir, Once membawakan “Dealova” dengan sentuhan emosional yang kuat sekaligus menghadirkan makna religius di dalamnya. Tidak banyak yang mengetahui bahwa Opick menciptakan lagu ini, sosok musisi yang dikenal lewat berbagai karya bernuansa islami.
Walaupun lagu ini sempat menjadi soundtrack film bertema cinta, liriknya sebenarnya menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan. Once membawakan lagu ini dengan penuh penghayatan, sehingga nuansa romantisnya semakin terasa.
Pada akhirnya, lagu-lagu ini membuktikan bahwa makna sebuah karya tidak selalu terlihat dari permukaannya. Melalui lirik yang puitis dan romantis, para musisi berhasil menyisipkan pesan religius yang menyentuh hati pendengar.
0 comments:
Posting Komentar